Inovasi Pendidikan

MAKALAH

INOVASI DAN KATAGORI ADOPTER

Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

Inovasi Pendidikan

Disusun Oleh :

Adin Komarudin

( 0808708 )

Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Sekolah Pasca Sarjana

Universitas Pendidikan Indonesia

2008


KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan ke khadirat Illahi Rabbi yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-NYA, sehingga saya dapat melesaikan tugas pembuatan makalah ini. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Makalah INOVASI DAN KATAGORI ADOPTER disusun untuk memenuhi salah satu mata kuliah Inovasi Pendidikan. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu masukan dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah ini.

Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada Ibu Prof. Dr. Hj. Ihat Hatimah , M.Pd. atas bimbingannya serta kepada rekan rekan yang telah membantu kelancaran dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi semua pembaca. Amiin.

Penyusun,

Adin Komarudin

( 0808708 )

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ……………………………………………………………………………………. 1

B. Tujuan ……………………………………………………………………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Anggota Sistem Sosial Sebagai Penerima Inovasi…………………………………… 3

B. Katagori Adopter………………………… …………………………………………………….. 3

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………….. 8

B. Saran ………………………………………………………………………………………………… 8

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………… 9

ii

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
         Dalam wacana ilmu komunikasi, ada teori yang 
dinamakan Diffusion of Innovasion 
yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers (1983).
Teori ini membahas mengenai bagaimana sebuah inovasi baru
 dapat di adopsi oleh masyarakat.
Masyarakat penerima inovasi tersebut oleh Rogers
 dinamakan sebagai  adopter (pengadopsi).
               Faktor-faktor yang dijadikan Pertimbangan pihak  adopter 
dalam membuat keputusan
untuk menerima atau menolak produk suatu inovasi  jika 
dikaitkan dengan pemikiran
Everett M. Rogers (1983) dalam diffusion
 of innovasion dipengaruhi oleh 5 (lima) karakteristik  inovasi yaitu :
 
1. Relative advantage
               Para  adopter akan menilai apakah suatu  Inovasi  itu relatif
menguntungkan atau lebih
unggul dibanding yang  lainnya .
Untuk  adopter  yang menerima secara cepat  suatu inovasi ,
akan melihat inovasi itu  sebagai sebuah keunggulan .
2. Compatibility
               Adopter juga akan mempertimbangkan pemanfaatan inovasi
 berdasarkan konsistensiny pada nilai-nilai,
pengalaman  dan kebutuhannya. 
3. Complexity
               Adopter juga akan menilai tingkat kesulitan atau kompleksitas
 yang akan dihadapinya jika mereka
memanfaatkan inovasi . Artinya bagi individu  yang lambat  mamahami dan 
menguasainya  tentu akan mengalami tingkat kesulitan lebih tinggi
 dibanding individu yang cepat memahaminya.
Tingkat kesulitan tersebut berhubungan dengan  pengetahuan dan kemampuan
seseorang untuk mempelajari istilah-istilah dalam inovasi itu. 
4. Trialability
               Mengurangi ketidakpastian. Mempunyai kemungkinan untuk diuji
coba terlebih dahulu oleh
para adopter untuk mengurangi ketidakpastian mereka terhadap inovasi itu.
5. Observability
Mendorong adopter untuk  memberikan penilaian apakah inovasi itu  
mampu meningkatkan
status sosial mereka di depan orang lain sehingga dirinya akan dianggap
sebagai orang yang inovatif.
 
  1. Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagai berikut

  1. Untuk mengetahui bagaimana katagori adopter.
  2. Untuk mengetahui jenis adopter.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Anggota Sistem Sosial Sebagai Penerima Inovasi

Suatu kelompok sosial cenderung untuk tidak menjadi kelompok yang statis, akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan, namun orang-orang yang berada dalam sistem sosial itu walaupun merupakan satu kesatuan , mereka itu berbeda dalam tanggapan dan penerimaannya terhadap suatu inovasi.

Ada anggota sistem yang cepat mengetahui adanya inovasi dan lebih awal menerimanya, dan ada juga yang begitu terlambat. Bagi seseorang yang sedang berusaha memasyarakatkan ide baru, kemudian ingin menyebarkan inovasi ke dalam suatu sistem, merupakan suatu keuntungan jika ia dapat mengolong-golongkan anggota sistem sosial itu, mana penerima lebih awal dan mana penerima lebih akhir apalagi kalau bisa mengenali ciri-ciri setiap golongan penerima inovasi itu. Dengan pengetahuan yang seperti itu akan lebih mudah untuk mengatur strategi penyebaran inovasi secara lebih efektif dan efisien.

B. Kategori Adopter

Adopter adalah orang yang memakai atau menerima suatu inovasi. Adopter dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuan inovasi mereka (innovativeness) dan berdasarkan kecepatan mereka mengadopsi suatu inovasi yang diperkenalkan.

Pembagian anggota sistem sosial ke dalam kelompok kelompok adopter (penerima inovasi) berdasarkan tingkat keinovatifannya yakni lebih awal atau lebih lambatnya seseorang mengadopsi dibandingkan dengan anggota sistem lainya, sudah banyak dilakukan peneliti.

               Everett M. Rogers secara jelas menyebutkan
5 (lima) kategori adopter
yakni Innovators ( innovator),  Early Adopters (pelopor), 
Early Majority (pengikut dini),  
Late Majority (pengikut akhir) , Laggards (kolot).

Penelitian difusi yang ada pada umumnya menunjukan bahwa pengadopsian inovasi di dalam suatu sistem sosial mengikuti kurva normal berbentuk lonceng. Jika diukur dari banyaknya pengadopsi dari waktu ke waktu, pada tahn pertama usaha penyebaran adopsi hanya sedikit anggota sistem yang mengadosinya. Pada tahun berikutnya lebih banyak dan lebih banyak. Setelah sampai pada puncaknya sedikit demi sedikit orang yang mengadopsi itu menjadi sedikit hanya beberapa orang saja. Pada saat saat terakhir jika jumlah kumulatif adopter tersebut dipetakan hasilnya adalah kurva adopter berbentuk S. Penyebaran adopter yang mengikuti kurva normaltelah diuji oleh Rogers.

Distribusi frekwensi yang normal memiliki karakteristik yang dapat dipergunakan untuk mengklasifikasikan adopter. salah satu ciri distribusi normal adalah penggunaan mean (X). Parameter lainnya dari suatu distribusi normal adalah standar deviasi (Sd). Standar deviasi menjelaskan banyaknya rata-rata variabel pada kedua sisi tengah pada suatu sampel. Mean dan standar deviasi dapat dipergunakan untuk membagi suatu distribusi adopter yang normal menjadi beberapa katagori jika garis tengah vertikal ditarik untuk menandai standar deviasi pada kedua sisi titik tengah kurva itu akan terbagi menjadi beberapa katagori sehingga menghasilkan beberapa prosentase responden yang terstandar pada masing-masing katagorinya.

Gambar 1 menunjukkan distribusi frekwensi normal terbagi menjadi 5 katagori adopter yaitu :

  1. Inovator
  2. Adopter pemula/ pelopor
  3. Penganut dini atau mayoritas awal
  4. Penganut akhir/mayoritas akhir
  5. Kolot/ laggard

Daerah kiri mean sepanjang 2 sd meliputi 2,5 % individu yang pertama kali mengadopsi suatu inovasi mereka itu adalah inovator. Kemudian di sebelahnya 13,5 % yang meliputi daerah antara titik tengah -1 sd dan titik tengah -2 sd adalah para adopter yang disebut pelopor. Berikutnya yang merupakan 34 % adopter disebut pengikut dini meliputi daerah antara -1 sd sampai dengan titik tengah. Antara titk tenganh sampai dengan 1 sd ke arah kanan terletak 34 % adopter yang disebut pengikut akhir. 16 % adopter terakhir disebut golongan kolot atau orang yang paling akhir mengadopsi suatu inovasi.

  1. Kelompok inovator

Inovator yang tergolong kelompok ini gemar sekali mencoba setiap gagasan baru. Minat yang demikian ini membuat mereka mencari hubungan dengan pihak diluar sistem, keluar dari lingkungan teman temannya sendiri. Persahabatan dan komunikasi antar inovator seringkali terjadi walaupun mereka terpisah oleh jarak geografis yang jauh. Menjadi inovator perlu beberapa persayaratan antara lain, ia harus mempunyai sumber keuangan yang cukup kuat karena suatu kali mungkin mereka akan menderita kerugian akibat inovasi yang tidak menguntungkan. Selain itu juga ia harus memiliki kemampuan daya fikir yang cerdas untuk dapat menerapkan dan memahami teknik yang rumit. Nilai yang paling menonjol pada inovator adalah pemberani dan petualang

  1. Pelopor

Jika inovator lebih berorientasi ke luar sistem maka pelopor akan berorientasi ke dalam sistem. Dia biasanya meneliti dulu suatu inovasi sebelum mengambil keputusan untuk menggunakannya. Kelompok adopter ini seringkali terdiri dari pemuka pendapat, anggota sistem sosial lainnya yang calon adopter biasanya mencari si pelopor untuk minta nasihat dan keterangan mengenai inovasi itu. Selain itu umumnya dicari agen pembaharu untuk dijadikan teman dalam penyebaran inovasi untuk mempercepat proses adopsi

  1. Pengikut Dini

Pengikut dini Menerima ide baru hanya beberapa saat setelah rata-rata anggota sistem sosial, ia banyak berinteraksi dengan anggota sistem lainnya tetapi jarang ada diantara mereka yang memegang posisi kepemimpinan. Sebalum menerima inovasi, penganut ini mungkin akan berulang kali mempertimbangkannya. Moto yang mereka pegang adalah bukan yang pertama dan bukan yang terakhir. Mereka mengikuti dengan penuh pertimbangan dalam pengadopsian inovasi.

  1. Pengikut Akhir

Golongan ini mengadopsi ide baru setelah anggota sistem sosial lain menerimanya. Pengadopsian itu terjadi mungkin karena kepentingan ekonomi atau mugkin karena bertambahnya tekanan sosial. Setiap inovasi mereka dekati dengan sikap skeptis dan hati-hati. Kelompok ini tidak mau mengadopsi inovasi sebelum sebagian annggota masyarakt telah melakukannya. Ia baru percaya pada ide baru itu jika norma sistem telah menerima ide baru itu

  1. Lagard (kolot)

Si kolot adalah orang yang paling akhir mengadopsi suatu novasi. Hampir tidak ada diantara mereka yang menjadi pemuka pendapat. Mereka ini adalah yang paling sempit pandangan wawasannya diantara semua kelompok adopter. Banyak diantaranya hampir terasing. Referensi bagi kelompok laggard adalah masa lalu, keputusan yang dibuatnya bisanya dilakukan dengan apa yang telah dilakukan oleh generasi yang lalu.

Orang semacam ini biasanya berhubungan dengan orang yang mempunyai nilai-nilai tradisional. Ketika akhirnya menerima inovasi, dia sudah jauh tertinggal dengan teman-temannya yang telah lebih dahulu menerima. Ketidaklancaran mereka dalam mengadopsi inovasi adalah karena mereka itu tidak memahami ide-ide baru.

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Suatu kelompok sosial cenderung untuk tidak menjadi kelompok yang statis, akan

tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan, namun orang-orang yang berada dalam sistem sosial itu walaupun merupakan satu kesatuan , mereka itu berbeda dalam tanggapan dan penerimaannya terhadap suatu inovasi.

               Everett M. Rogers secara jelas menyebutkan
5 (lima) kategori adopter 
yakni Innovators ( innovator),  
Early Adopters (pelopor),  
Early Majority (pengikut dini), 
Late Majority (pengikut akhir) ,
 Laggards (kolot).

B. Saran

Bagi para agen pembaharu yang ingin menyebarkan inovasi ke dalam suatu sistem, harus dapat mengolong-golongkan anggota sistem sosial itu, mana penerima lebih awal dan mana penerima lebih akhir apalagi kalau bisa mengenali ciri-ciri setiap golongan penerima inovasi itu. Dengan pengetahuan yang seperti itu akan lebih mudah untuk mengatur strategi penyebaran inovasi secara lebih efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Rogers, E.M. (1983) , Diffusion Of Innovations, London : Collier Macmillan Publisher.

Hanafi, Abdillah, Drs (1981), Memasyarakatkan Ide-Ide Baru. Surabaya : Usaha Nasional

Soekanto, Soejono (1990). Sosiologi Suatu Pengantar , Jakarta : Rajawali Pers.

Sumber Internet :

http://www.egroups.com/files/GENETIKA/

elearning.unej.ac.id/courses/CLb5c3/document/PROSES_ADOPSI_DAN_DIFUSI_INOVASI.pdf?cidReq=CL71c0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: